Thursday, April 19, 2012

Meski Menang, Chelsea Tak Mau Jemawa


Ary Wibowo | Hery Prasetyo | Kamis, 19 April 2012 | 06:24 WIB


AFP
John Terry.

LONDON, KOMPAS.com - Bek Chelsea, John Terry mengaku senang timnya bisa meraih kemenangan 1-0 atas Barcelona di leg pertama babak semifinal Liga Champions, Rabu atau Kamis (19/4/2012) dini hari WIB. Ia menilai, kemenangan itu cukup penting untuk menyambut leg kedua di Camp Nou yang akan berlangsung pekan depan.

"Pertandingan tandang akan menjadi laga sulit bagi kami. Mereka akan mempunyai banyak kesempatan ketika bermain di kandang. Kami tetap menghormati mereka, tetapi kita tidak akan membiarkan pertandingan itu dengan mudah," ujar Terry.

Dalam laga yang berlangsung ketat itu, Chelsea berhasil meredam kepungan serangan Barcelona dengan permainan bertahan. Tim asuhan Roberto Di Matteo itu memainkan strategi bertahan dengan memanfaatkan serangan balik yang cepat. Namun, strategi itu pun tepat, karena gol tunggal kemenangan yang dicetak Didier Drogba berasal dari skema tersebut.
Dalam laga itu, Barcelona menguasai bola sebanyak 68 persen dan menciptakan tiga peluang emas dari 10 usaha. Sementara "The Blues" hanya melepaskan dua tembakan dan satu tepat mengarah ke gawang.

"Kami bermain sangat sabar malam ini. Bahkan kami tidak menyentuh bola di 15 menit pertama. Didier (Drogba) berkerja sangat keras, dan ini adalah pertandingan yang melelahkan bagi setiap pemain," kata Terry.

Gol Drogba Bungkam Keperkasaan Barcelona


Ary Wibowo | Hery Prasetyo | Kamis, 19 April 2012 | 03:41 WIB


AFP/GLYN KIRK
Striker Chelsea, Didier Drogba, merayakan golnya ke gawang Barcelona pada leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Stamford Bridge, Rabu atau Kamis (19/4/2012) dini hari WIB. Gol Drogba itu memastikan kemenangan Chelsea 1-0.

LONDON, KOMPAS.com — Didier Drogba tampil gemilang. Dia mencetak gol yang membuat Chelsea menaklukkan keperkasaan Barcelona 1-0 pada leg pertama semifinal Liga Champions di Stamford Bridge, Rabu atau Kamis (19/4/2012) dini hari WIB.

Kedua tim bermain ngotot pada menit-menit awal. Meski bermain sebagai tim tamu, Barcelona mengambil inisiatif untuk mengendalikan permainan. Sementara Chelsea mengandalkan serangan balik yang cepat untuk menggempur pertahanan Barcelona.

Pada menit ke-10, Alexis Sanchez hampir membuat pendukung tuan rumah terdiam. Mendapat umpan terobosan dari Andres Iniesta, Sanchez yang lolos dari jebakan offside langsung menyambar bola umpan tersebut dengan sepakannya ke arah gawang Chelsea yang dikawal Peter Cech. Sayang, bola tendangannya itu masih mengenai mistar gawang.

Dua menit berselang, giliran Chelsea yang mengancam. Lemparan bebas Ivanovic ke tengah kotak penalti Barcelona menghasilkan kemelut. Bola pun sempat mengarah ke bek John Terry. Namun, ia gagal memanfaatkan kesempatan itu karena mampu diantisipasi oleh barisan belakang Barcelona.

Memasuki pertengahan babak pertama, Barcelona kembali mendapat peluang emas. Berawal dari aksi Iniesta di sisi kiri, ia kemudian melepaskan tendangan ke arah gawang yang bolanya mampu ditepis Cech. Bola muntah dan mengarah ke Cesc Fabregas, tetapi ia gagal memanfaatkannya. Bola sepakan Fabregas masih meleset, meski berada di depan gawang.

Barcelona terus menekan. Sementara Chelsea lebih banyak bertahan dengan enam sampai tujuh pemainnya berada di barisan bertahan jika tim asuhan Pep Guardiola tersebut membangun serangan. Pada menit ke-28, giliran Lionel Messi mendapat peluang. Namun, bola sundulannya setelah menerima umpan Fabregas masih dapat diantisipasi dengan baik oleh Cech.

Lima menit menjelang akhir babak pertama, Chelsea berusaha keluar dari tekanan dan membangun serangan. Pada menit ke-47, Drogba akhirnya membuat tuan rumah bersorak karena berhasil menyarangkan bola melalui serangan balik yang cepat untuk membuat Chelsea unggul 1-0.

Gol ini tak lepas dari kejelian Frank Lampard melihat gerakan Ramires. Dari tengah lapangan, ia mengirim bola panjang kepada Ramires. Dengan cepat pula Ramires membawa bola ke kotak penalti. Melihat posisi Drogba yang maju, dia langsung memberikan umpan silang kepada Drogba. Striker asal Pantai Gading ini pun tak menyia-nyiakan kesempatan dan segera memotong bola ke gawang Barcelona, tetapi gagal dihalau oleh kiper Victor Valdes.

Selepas turun minum, Barcelona langsung tampil menekan untuk memperkecil ketertinggalan. Pada menit ke-51, Barcelona kembali mendapat peluang melalui aksi Adriano. Setelah berhasil melewati dua pemain Chelsea, ia kemudian melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun, lagi-lagi kiper Cech tampil gemilang karena mampu menepis bola tendangan Adriano.

Chelsea terus mendapat serangan bertubi-tubi dari Barcelona. Alexis Sanchez sempat mendapatkan peluang emas, setelah dikirimi umpan terobosan lambung oleh Fabregas pada menit ke-57. Namun, meski sudah tinggal berhadapan dengan Cech, ia gagal mencetak gol. Sebab, bola tendangannya masih menyamping tipis ke sisi kiri gawang Chelsea.
Memasuki pertengahan babak kedua, kondisi permainan kedua tim tidak berubah. Barcelona tetap menguasai jalannya pertandingan. Akan tetapi, rapatnya lini belakang Chelsea membuat Barcelona sedikit kesulitan menembus pertahanan John Terry dan kawan-kawan.
Empat menit menjelang akhir babak kedua, Barcelona mendapat kesempatan emas melalui Puyol. Tetapi, lagi-lagi Cech tampil gemilang dalam pertandingan kali ini karena mampu menepis bola sundulan Puyol tersebut.
Sejumlah peluang didapat Barcelona hingga injury time, tetapi tak ada satu pun yang mampu dikonversikan menjadi gol. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 1-0 untuk kemenangan Chelsea pun tidak berubah.

Menurut catatan UEFA, sepanjang babak pertama, Barcelona menguasai bola sebanyak 72 persen dan menciptakan enam peluang emas dari 23 usaha. Adapun Chelsea melepaskan lima tembakan dan satu tepat mengarah ke gawang.

Susunan Pemain:
Chelsea: 1-Peter Cech, 2-Branislav Ivanovic, 3-Ashley Cole, 24-Gary Cahill, 26-John Terry, 7-Ramires, 8-Frank Lampard, 12-John Mikel Obi, 16-Raul Meireles, 10-Juan Mata (21-Salomon Kalou 74), 10-Didier Drogba

Barcelona: 1-Victor Valdes, 2-Daniel Alves, 5-Chris Puyol, 4-Cesc Fabregas, 6-Xavi, 8-Andres Iniesta, 14-Javier Mascherano, 16-Sergio Busquets, 21-Adriano, 9-Alexis Sanchez (17-Pedro 66), 10-Lionel Messi

Wasit: Dr Felix Brych

Dahlan: Pergantian Direksi Pertamina Tak Tiba-tiba


Hindra Liu | Kistyarini | Kamis, 19 April 2012 | 13:36 WIB





JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menegaskan, perombakan jajaran direksi PT Pertamina (Persero) tidak dilakukan secara tiba-tiba. Proses perombakan berlangsung selama dua bulan.
Hanya saja, kata Dahlan, dirinya ingin menghindari kehebohan di media. "Sekarang prosesnya tidak heboh. Itu perlu. Karena, kalau kelamaan heboh, direksi BUMN tidak akan kerja," kata Dahlan kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (19/4/2012).
Dahlan, melalui Surat Keputusan Nomor SK-186/MBU/2012 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina, mengangkat lima direksi baru.
Mereka adalah Chrisna Damayanto sebagai Direktur Pengolahan, Hanung Budya Yuktyanta sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga, Evita Maryanti Tagor sebagai Direktur SDM, Luhur Budi Djatmiko sebagai Direktur Umum, dan Hari Karyuliarto sebagai Direktur Gas. Jabatan direktur gas merupakan posisi baru.
Terkait latar belakang perombakan, Dahlan mengatakan, dirinya ingin membentuk "dream team" di setiap BUMN. Konsep ini diajukan Dahlan pada sidang kabinet yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Dream team, intinya, bagaimana agar BUMN maju. BUMN tidak akan maju kalau direksinya tidak kompak. Bisa saja masing-masing direksi pintar, tapi belum tentu cocok untuk sebuah tim yang kuat," kata Dahlan.
Sementara itu, empat direksi yang tetap menjabat adalah Direktur Utama Karen Agustiawan, Direktur Pengembangan Investasi dan Manajemen Risiko M. Afdal Bahaudin, Direktur Hulu M. Husen, dan Direktur Keuangan Andri T. Hidayat. HIN